Practice Make Perfect

Gambar

Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang bukan ahlinya maka kehancuranlah yang akan datang.

 (Hadist Riwayat Imam Muslim)

            Apa yang Rasulullah saw sabdakan pada hadist di atas bukanlah sebuah retorika belaka. Ada hukum sebab akibat yang mendasarinya. Sangat logis dan masuk akal. Hadist ini merupakan akumulasi dari penalaran logika, pengalaman empiris yang beliau alami serta bimbingan dari sang Ilahi. Betul rasanya jika suatu urusan harus ditangani  oleh sang ahli, karena ialah yang paham betul mengenai seluk beluk permasalahan di bidangnnya. Misalnya sebuah komputer, ketika terjadi masalah dengan salah satu perangkatnya, tentu kita harus memanggil teknisi yang ahli di bidang ini untuk segera memperbaikinya. Namun akan sangat aneh rasanya ketika komputer di rumah anda rusak, kemudian yang anda hubungi pertama kali adalah tukang kebun, meskipun tidak menutup kemungkinan tukang kebun itu  paham mengenai komputer. Akan tetapi ada baiknya anda langsung menghubugi teknisi komputer yang paham akan permasahalan komputer. Karena jika tidak demikian, maka komputer anda yang rusak malah akan semakin buruk kondisinya. Karena tukang kebun lebih mahir manata taman dari pada menata chip pada motherbord. Jadi tepat jika Nabi Muahammad bersabda bahwa segala urusan harus diserahkan pada ahlinya, jika tidak maka kehancuran yang akan datang.

            Sama halnya seperti permasalahan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Di Negeri ini ada begitu banyak masalah yang membentang dari ujung barat di Kota Sabang hingga ke ujung timur di Kabupaten Merauke. Mulai dari permasalahan hukum, ekonomi, sosial, politik, budaya, pertanian, teknologi dan lainnya. Setiap masalah memiliki karakteristiknya tersendiri. Tentunya setiap karakteristik yang berbeda ini memerlukan problemme slover yang berbeda juga. Setiap orang merupakan problemme solver untuk masalah di bidangnnya. Misalnya saja mahasiswa pertanian, mereka adalah kempompok masyarakat yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi masalah yang mendera sektor pertanian Indonesia selama ini. Dengan bekal ilmu yang sudah ditimba selama masa studi, harapannya ilmu tersebut tidak hanya berhenti di lemari perpustakaan sebagai skripsi. Namun ilmu yang sifatnya tekstual tersebut dapat diaplikasikan secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan salah satu upaya agar setiap masalah ditangani oleh ahlinya agar tidak muncul kehancuran yang semakin menjadi-jadi.

            Indoensia adalah salah satu negara agraris besar di dunia. Berbagai macam sumber pertanian melimpah di negeri ini. Mulai dari sektor perkebunan, perikanan, peternakan kehutanan dan masih banyak yang lainnya. Setiap potensi yang dikuruniai oleh Allah swt ini harus dikelola oleh sumber daya manusia yang baik. Baik dalam artian, baik kompetensinya dan juga baik perilakunya. Karena saat ini banyak orang yang baik kompetensinya, namun tidak cukup baik perilakunya sehinnga pengelolaan SDA tidak berjalan maksimal. Dampak dari pengelolaan SDA yang melimpah ini tidak signifikan dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pengembangan SDM manusia harus menjadi prioritas utama bagi Indonesia agar mampu mengelola SDA yang secara mandiri.

            Kendala yang dihapadi Indoensia saat ini untuk mengelola SDA tersebut adalah minimnya SDM yang ahli di bidangnya. Berbagai sektor dikelola oleh SDM yang minim kompetensi. Hal ini berdampak pada hasil pengelolaan SDM yang yang belum maksimal. Oleh karena itu pengembangan SDM guna memperbaiki pengoleloaan SDA dapat terlaksana. Indonesia membutuhkan SDM unggul yang mampu menjadikan potensi SDA ini menjadi karunia, bukan malah menjadi bencana. Pertanian merupakan salah satu sektor yang memerlukan khusus agar sektor ini menajdi sektor unggulan Indonesia untuk bersaing di dunia global.

            Petani di indonesia termasuk ke dalam golongan masyarakat ekonomi menengngah ke bawah. Mayoritas petani di indonesia merupakan buruh petani. Mereka bekerja di ladang yang dimiliki olah orang lain. Upah yang mereka peroleh hanya cukup untuk membuat dapur tetap mengepul. Adapun petani yang mengelola ladangnya sendiri masih dalam skala yang kecil, belum dikomersialisasi dan dikelola dengan baik. Maka dari itu muncul istilah petani gurem, yakni petani yang mengelola ladang di pekarangan rumah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangankan untuk membiayai kebutuhan pendidikan keluarganya, para petani ini bahkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan primer mereka

            Practice make perfect memiliki makna bahwa latihan atau pengalaman akan menuai hasil yang sempurnSemakin banyak berlatih, maka akan semakin baik hasil yang akan diperoleh. Orang yang menekuni suatu bidang dengan tidak hanya mempelajari teori akan lebih handal dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Maka dari itu perpaduan pengalaman dan imu pengetahuan merupakan modal yang cukup bagi seseorang untuk menjadi ahli di suatu bidang.

            Anak petani adalah orang yang paling paham mengenai tentang pertanian secara empiris. Karena mereka dibesarkan dari keluarga yang selalu bersinggungan dengan pertanian. Mereka benar-benar paham bagaimana kondisi real di lapangan. Pahit manisnya petanian mereka sudah rasakan. Namun ada satu hal yang belum mereka miliki, yakni landasan ilmu pengetahuan guna mengebangkan usaha pertaniannya. Salah satu upaya guna melengkapi skill mereke adalah melalui pendidikan. Ada banyak upaya sudah dilakukan untuk yang dapat dilakukan agar taraf pendidikan anak petani dapat meningkat, diantaranya adalah melalui bantuan pendidikan bagi anak petani yang kesuliatan dalam membayar biaya sekolah. Mereka akan didampingi oleh beberapa volunteer guna membimbing mereka agar dapat menyelesaikan studinya hingga ke perguruan tinggi.  Harapannya dengan memberi bantuan pendidikan kepada anak petani, mereka akan semakin memiliki komptensi yang cukup untuk berkecimpung di dunia pertanian. Selain memiliki pengamlaman yang cukup dengan pertnaian sejak kecil, anak-anak petani ini akan menjadi penerus mata pencaharian orang tua mereka sebagai petani yang memiliki kompetensi yang baik. Jadi bukan hanya terampil, tapi juga paham ilmunya.

            Pendampingan dan bantuna pendidikan bagi anak petabi merupakan satu langkah konkret yang sangat strategis. Karena umumnya di Indoensia petani termasuk dalam golongan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Jangankan untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi, terkadang untuk  makan sehari-hari saja sulit rasanya. Oleh sebab itu perlu ada bantuan yang meringankan beban orang tua agar dapat menyekolahkan anaknya tanpa harus dipusingkan dengan masalaha biaya. Program-program yang serupa perlua digncarkan lagi. Agar anak-anak petani yang sudah memiliki potensi skill dapat terus melanjutkan sokolahnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi

           

 

                                                                               

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s